TUGAS PORTOFOLIO


Satuan Pendidikan
MA NU Hasyim Asy'ari 1 Kudus
Mata Pelajaran
: FIQIH 
Kelas
XII IPS


Nama siswa
:  Maulinda Rasyiqoh Hasna 
Tanggal Penilaian
:    21 September 2019
Semester
:    Ganjil
Tahun Ajaran
:    2019/2020
Kelompok
:    (E)
Anggota


1.  Maulinda Rasyiqoh Hasna 
2.  Sania Salsabila 
3.  Wulan Mauludiyah 
4.  Sinta Apriyanti 



Kompetensi dasar            
4.2    Menyajikan contoh-contoh  jihad yang benar menurut ketentuan Islam

Indikator
4.2.1.    Contoh-contoh jihad yang benar menurut ketentuan Islam

Jenis Portofolio :
Individual dengan input dan bantuan kelompok kooperatif

Tujuan Portofolio :
Memantau perkembangan kemampuan, keterampilan, dan komunikasi

Rubrik Penilaian

Tugas
1. Kata Pengantar
2. Pengertian ”JIHAD”
3. Penjelasan "Contoh-contoh jihad yang benar menurut ketentuan Islam (paling sedikit 20 baris)
4. Kesimpulan pendapat individu "Contoh-contoh jihad yang benar menurut ketentuan Islam
5. Tulis Referensi tugas


KATA PENGANTAR
Puji syukur terhadap Allah swt yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah  kepada kita semua. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah SAW beserta keluarganya.

PENGERTIAN JIHAD

Pendapat pertama Jihad :Kata jihad berasal dari kata “jahada” atau ”jahdun” (جَهْدٌ) yang berarti “usaha” atau “juhdun” ( جُهْدٌ) yang berarti kekuatan.

Secara bahasa, asal makna jihad adalahmengeluarkan segala kesungguhan, kekuatan, dan kesanggupan pada jalan yang diyakini (diiktikadkan) bahwa jalan itulah yang benar.
Menurut Ibnu Abbas, salah seorang sahabat Nabi Saw, secara bahasa jihad berarti“mencurahkan segenap kekuatan dengan tanpa rasa takut untuk membela Allah terhadap cercaan orang yang mencerca dan permusuhan orang yang memusuhi”.

Pengertian Jihad Secara Istilah

Pengertian jihad secara istilah sangat luas, mulai dari mencari nafkah hingga berperang melawan kaum kuffar yang memerangi Islam dan kaum Muslim.
Dalam istilah syariat, jihad berarti mengerahkan seluruh daya kekuatan memerangi orang kafir dan para pemberontak.

Menurut Ibnu Taimiyah, jihad itu hakikatnya berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menghasilkan sesuatu yang diridhoi Allah berupa amal shalih, keimanan dan menolak sesuatu yang dimurkai Allah berupa kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan.
Makna jihad lebih luas cakupannya daripada aktivitas perang. Jihad meliputi pengertian perang, membelanjakan harta, segala upaya dalam rangka mendukung agama Allah, berjuang melawan hawa nafsu, dan menghadapi setan.
Kata “jihad” dalam bentuk fiil maupun isim disebut 41 kali dalam Al-Qur’an, sebagian tidak berhubungan dengan perang dan sebagian berhubungan dengan perang.
Dalam hukum Islam, jihad mempunyai pengertian sangat luas yang dibagi dalam dua pengertian: secara umum dan khusus.


PENJELASAN
CONTOH-CONTOH JIHAD YANG BENAR MENURUT KETENTUAN ISLAM
(Min. 20 Baris)

CONTOH DAN BENTUK JIHAD

Bentuk Jihad :
Ber-Jihad tidak selalu harus identik dengan ber-perang secara lahiryah / fisik , sebab Jihad , antara lain , dapat berbentuk :
  • Perjuangan dalam diri sendiri untuk menegakkan syariat Islamiah
  • Perjuangan terhadap orang lain , baik lisan , tulisan atau tindakan
  • Jihad dalam bentuk pertempuran : QITAL (Contoh: At-Taubah – Ayat 111 , disebut sebagai “qital” dengan arah : “fisabilillah” – Perang dijalan Allah , tidak disebut “jihad” dengan arah “fisabilillah”)
    Islam membenci peperangan , tetapi mewajibkan berperang , jika dan hanya jika , muslim diserang (karena agama) terlebih dahulu dan diusir dari negeri-nya ( sampai suatu batas mutlak yang ditentukan . Terlalu luas untuk dijabarkan disini ).
Surat An Nisaa’ – 4:84Maka berperanglah ( qatil ) kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri . Kobarkanlah semangat para mu’min (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Allah amat besar kekuatan dan amat keras siksaan(Nya)Al Mumtahanah 60:9Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu , dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
Saat ber-Jihad :
Jihad harus dilakukan setiap saat , dalam kesadaran 24 jam sehari , sepanjang tahun , seumur hidup . Kerena didalamnya (antara lain) termasuk
  • Perjuangan untuk tidak melakukan hal-hal yang dilarang oleh allah SWT
  • Berjuang untuk mau menjalankan perintahnya-perintahnya Seperti melawan rasa kantuk dan dingin yang menghalangi Shalat Subuh , atau bersabar untuk mengendalikan amarah, dsb .
 Sering kita mendengar kata JIHAD , dan diartikan sebagai “Perang Suci” . Hal ini tidak dapat disalahkan , namun makna kata “Perang” disini sering di-baur-kan dengan pengertian perang dalam arti fisik . Ini yang harus diluruskan .
Jihad dalam bahasa Arab bermakna “berjuang” atau “berusaha keras” , dan ini dapat diberlakukan bagi siapa saja , baik muslim maupun bukan muslim .
    Contoh :
    Surat Al Ankabuut – Ayat 8Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu- bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu (jahadaka) untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
Disini dilakukan oleh orang tua yang memaksakan ( berusaha keras ) agar anak-nya yang muslim kembali kepada ke-kafir-an .
Dalam banyak terjemahan , jihad diartikan sebagai Perang Suci , sementara dalam Islam sendiri dilarang untuk memulai suatu peperangan , kecuali bila sudah tidak dapat dielakkan , atau memang bisa dipertanggung jawabkan secara agama (eg: untuk membela diri , atau karena diserang terlebih dahulu ).
Perang Suci” bila diterjemahkan dalam bahasa Arab adalah : “harbun muqaddasatu” (atau “al-harbu al-muqaddasatu”) . Tidak ada dalam Al-Qur’an atau kumpulan Hadits (asli) yang meng-arti-kan kata “jihad” sebagai “Perang Suci” , melainkan “perjuangan” atau “berusaha keras” .
Amat disayangkan bahwa banyak penulis Islam yang terpengaruh atas propaganda penterjemah barat yang mengartikan jihad sebagai “Perang Suci”. Bisa saja dalam literatur barat mereka salah mengartikan jihad sebagai suatu bentuk semacam “Perang Salib” dalam sejarah Nasrani .
Sekali lagi , Tidak !. Jihad bukan ber-konotasi “Perang” . Sebab perang dalam bahasa Arab adalah : “HARB” atau “QITAL” , dan ini disebutkan dalam Al-Qur’an dan Hadits sebagai kata “perang dalam arti fisik” .
Bagi muslim , jihad berarti “perjuangan” atau “beruasaha dengan keras” . Yang kemudian ber-transformasi sebagai kata yang mempunyai makna atau arti khusus , “membela agama” . Hal ini tentunya karena kata jihad yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan Hadits , seperti contoh dalam beberapa ayat sebagai berikut :

Contoh 1 :
Surat At Taubah – Ayat 24 :Katakanlah: “jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari ber-jihad di jalan-Nya , maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.
Jelas disini bahwa “jihad” merupakan kata-kerja “berjuang” . Yang mana tentunya harus ditunjukkan arah atau sifat “perjuangan”-nya , yaitu : “di-jalan-Nya” , jalan kebenaran membela ajaran Allah” . Sebab bisa saja “ber-jihad” membela negara . Seandainya “jihad” berarti “Perang Suci” , maka kiranya cukup disebutkan “ber-Jihad” , tanpa “di jalan-Nya” ( Silahkan buka Al-Qur’an dalam tulisan / bahasa Arab-nya ) .

Contoh 2 :
Surat Al Furqaan – Ayat 52 :Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah (jahidhum) terhadap mereka dengan Al Qur’an dengan jihad (jihada) yang besar.
Daklam ayat ini adalah mengenai ber-jihad (berjuang) internally (dalam diri sendiri) , yaitu dengan kebenaran yang dibekali kepada kita dalam Al-Qur’an , agar tidak sampai terpengaruh atau mengikuti jalan-jalan orang kafir . Dan berhindarlah dengan perjuangan yang besar . Kita harus berjuang agar tidak terpengaruh orang pemikiran kafir , yakinkanlah diri kita akan kebenaran yang ada dalam Al-Qur’an . Yakinkanlah dengan perjuangan akbar . Biarkan mereka jalan pada jalan-nya sendiri , dan kita pada jalan Al-Qur’an , seperti yang tercantum dalam ayat berikutnya :
Surat Al Furqaan – Ayat 53 :Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.
Dari kedua ayat ini , jelas bahwa Jihad tidak harus berarti dengan menyerang orang lain . Sebab Allah yang menjadikan mereka demikian , agar dapat memberi pengajaran kepada kita . Oleh sebab itu justru SALAH jika kita menyerang mereka terlebih dahulu , sebab itu berarti kita “membobol dinding” yang telah dijadikan Allah sebagai pembatas , agar kita tidak ter-cemar . Bila kita membobol dinding , maka akibatnya justru air kita yang “tawar dan segar” akan tercemar menjadi “asin dan pahit” .

PENDAPAT PRIBADI
CONTOH-CONTOH JIHAD YANG BENAR MENURUT KETENTUAN ISLAM
berjihad tidak selalu harus identik dengan berperang,bisa juga dengan :
1.Jihad bisa bearti berjuang :menyampaikan atau menjelaskan kepada orang lain kebenaran ilahi
2.berjihad dalam diri kita sendiri :tidak mencuri atau walau kita sedang lapar
3.berjihad dengan memaksakan diri untuk bangun pagi dan shalat subuh

REFERENSI